Jelajah
Pantai Pasir Putih Nusakambangan, Pantai Tak Terjamah
Oleh: Khoirul Anam

Nusakambangan,
salah satu tempat lembaga pemasyarakatan atau biasa kita singkat menjadi lapas
merupakan sebuah tempat yang menyimpan berjuta misteri. Pulau kecil di sebelah
selatan Cilacap tersebut biasanya didatangi oleh orang-orang yang bermasalah
seperti terdakwa kasus narkoba dan lain sebagainya. Namun siapa sangka bahwa
ternya Pulau Nusakambangan memiliki pantai pasir putih yang indah dan belum
banyak orang yang menjamahnya? Ya Pulau Nusakambangan memiliki pantai dengan
pasir putih, hal yang sangat jarang kita jumpai di daerah sana. Banyak orang
yang belum mengetahui hal tersebut karena memang baru dibuka sebagai tempat
wisata.
Ketika kita
berlibur tentu hal yang paling diharapkan adalah akses mudah dan tempat liburan
yang indah serta memuaskan hati. Harga juga merupakan salah satu pertimbangan
untuk mendapatkan apa yang kita harapkan. Namun bagi orang yang senang
berjelajah di alam terbuka dan penuh tantangan hal tersebut bukanlah prioritas,
asal apa yang kelak didapatkan mampu membayar perjuangan sebelumnya. Nah jika
anda adalah orang yang di maksud, Pantai Pasir Putih di Pulau Nusakambangan
adalah destinasi yang tepat.
Dimulai dari
akses menuju pantai, terlebih dahulu kita harus menyebrang laut yang memisahkan
antara Kota Cilacap dengan Pulau Nusakabangan. Kita tidak perlu panik karena
banyak nelayan yang siap menyeberangkan kita menuju Pulau Nusakambangan. Harga
untuk pulang-pergi relatif sama antar nelayan karena mereka telah menyepakati
harga yakni antara Rp. 50.000,00 sampai Rp. 70.000,00. Bagi anda yang senang
bernegosiasi bisa mempraktikannya ketika memesan perahu penyeberangan.
Penyeberangan
tidak menghabiskan waktu yang lama, hanya sekitar lima belas menit. Sesampainya
di Pulau Nusakambangan, kita akan dimintai nomor ponsel agar bisa dihubungi
ketika waktu kembali ke Kota Cilacap tiba. Perlu diketahui bahwa ketika kita
berlibur ke Pantai Pasir Putih disarankan pagi hari agar waktu yang digunakan
selama perjalanan cukup, mengingat perjalanan menuju pantai cukup sulit dan
menantang. Usahakan pula agar baterai handphone anda cukup untuk menerima kabar
dari nelayan yang mengangkut anda, karena kalau tidak bisa dipastikan anda akan
menginap di pulau. Tenang, dengan menejemen waktu yang baik hal yang tidak kita
inginkan tersebut tidak akan terjadi.
Perjalanan di
mulai dengan menapaki jalan setapak. Jika kita merasa takut menuju pantai
sendiri, akan ada tour guide yang siap menemani anda. Namun bila berani sendiri
kita bisa memulai perjalanan dan memulai petualangan. Jarak tempuh menuju
pantai kira-kira satu jam, bergantung bagaimana anda mengatur tempo jalan.
Jalan setapak menuju pantai cukup menantang dengan lebar sekitar 75 cm dan
berupa tatanan batu. Hutan yang masih asri membuat jalan berlumut dan jika
beruntung anda akan bertemu dengan kera atau monyet yang memang hidup di sana.
Tidak perlu takut karena monyet atau kera tersebut tidak mengganggu kita. Tantangan
akan semakin terasa ketika kita memasuki tengah pulau. Jalan setapak yang
tadinya berupa tatanan batu kini berupa tanah yang basah, berlumpur.
Kita perlu berhati-hati
sebab kontur tanah meyerupai bukit, menanjak dan berliku. Dengan medan yang
sedemikian berat, ketrampilan survival kita diuji. Di sinilah tantangan yang
memacu adrenalin akan terasa. Jangan takut kotor karena pasti kotor jika
terpeleset ke kubangan lumpur. Perjalanan berakhir ketika kita menjumpai
turunan yang cukup tajam dan berakhir di hutan pohon aren. Di balik jajaran
pohon aren itulah pantai pasir putih tersembunyi.
Sampai di
pantai, anda bebas melepas penat dan menikmati pemandangan yang sangat indah,
alami dan tentu belum tercemari oleh sampah yang biasa kita jumpai di pantai
yang banyak didatangi wisatawan. Hamparan pasir putih membentang sejauh mata
memandang. Anda bisa berlari bermain petak umpet di balik batu-batu koral (jika
anda menginginkannya). Di pantai juga tidak terlalu ramai. Dalam sehari hanya
sekitar 5-9 orang yang berkunjung ke pantai ini. Menakutkan? Tidak karena ada
penjual makanan yang biasanya akan datang pagi-pagi sekali.
Di tengah
keasyikan bermain jangan lupa sesekali melihat jam karena batas maksimal berada
di pantai adalah jam 4 sore mengingat perjalanan pulang yang lama serta medan
cukup sulit tentu menjadi pertimbangan. Upayakan agar anda membuat janji dengan
nelayan yang menyeberangkan anda kapan waktu anda akan kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar