Rabu, 18 April 2018

Jelajah Pantai Pasir Putih Nusakambangan, Pantai Tak Terjamah




Jelajah Pantai Pasir Putih Nusakambangan, Pantai Tak Terjamah

 Oleh: Khoirul Anam


Nusakambangan, salah satu tempat lembaga pemasyarakatan atau biasa kita singkat menjadi lapas merupakan sebuah tempat yang menyimpan berjuta misteri. Pulau kecil di sebelah selatan Cilacap tersebut biasanya didatangi oleh orang-orang yang bermasalah seperti terdakwa kasus narkoba dan lain sebagainya. Namun siapa sangka bahwa ternya Pulau Nusakambangan memiliki pantai pasir putih yang indah dan belum banyak orang yang menjamahnya? Ya Pulau Nusakambangan memiliki pantai dengan pasir putih, hal yang sangat jarang kita jumpai di daerah sana. Banyak orang yang belum mengetahui hal tersebut karena memang baru dibuka sebagai tempat wisata.
Ketika kita berlibur tentu hal yang paling diharapkan adalah akses mudah dan tempat liburan yang indah serta memuaskan hati. Harga juga merupakan salah satu pertimbangan untuk mendapatkan apa yang kita harapkan. Namun bagi orang yang senang berjelajah di alam terbuka dan penuh tantangan hal tersebut bukanlah prioritas, asal apa yang kelak didapatkan mampu membayar perjuangan sebelumnya. Nah jika anda adalah orang yang di maksud, Pantai Pasir Putih di Pulau Nusakambangan adalah destinasi yang tepat.
Dimulai dari akses menuju pantai, terlebih dahulu kita harus menyebrang laut yang memisahkan antara Kota Cilacap dengan Pulau Nusakabangan. Kita tidak perlu panik karena banyak nelayan yang siap menyeberangkan kita menuju Pulau Nusakambangan. Harga untuk pulang-pergi relatif sama antar nelayan karena mereka telah menyepakati harga yakni antara Rp. 50.000,00 sampai Rp. 70.000,00. Bagi anda yang senang bernegosiasi bisa mempraktikannya ketika memesan perahu penyeberangan.
Penyeberangan tidak menghabiskan waktu yang lama, hanya sekitar lima belas menit. Sesampainya di Pulau Nusakambangan, kita akan dimintai nomor ponsel agar bisa dihubungi ketika waktu kembali ke Kota Cilacap tiba. Perlu diketahui bahwa ketika kita berlibur ke Pantai Pasir Putih disarankan pagi hari agar waktu yang digunakan selama perjalanan cukup, mengingat perjalanan menuju pantai cukup sulit dan menantang. Usahakan pula agar baterai handphone anda cukup untuk menerima kabar dari nelayan yang mengangkut anda, karena kalau tidak bisa dipastikan anda akan menginap di pulau. Tenang, dengan menejemen waktu yang baik hal yang tidak kita inginkan tersebut tidak akan terjadi.
Perjalanan di mulai dengan menapaki jalan setapak. Jika kita merasa takut menuju pantai sendiri, akan ada tour guide yang siap menemani anda. Namun bila berani sendiri kita bisa memulai perjalanan dan memulai petualangan. Jarak tempuh menuju pantai kira-kira satu jam, bergantung bagaimana anda mengatur tempo jalan. Jalan setapak menuju pantai cukup menantang dengan lebar sekitar 75 cm dan berupa tatanan batu. Hutan yang masih asri membuat jalan berlumut dan jika beruntung anda akan bertemu dengan kera atau monyet yang memang hidup di sana. Tidak perlu takut karena monyet atau kera tersebut tidak mengganggu kita. Tantangan akan semakin terasa ketika kita memasuki tengah pulau. Jalan setapak yang tadinya berupa tatanan batu kini berupa tanah yang basah, berlumpur.
Kita perlu berhati-hati sebab kontur tanah meyerupai bukit, menanjak dan berliku. Dengan medan yang sedemikian berat, ketrampilan survival kita diuji. Di sinilah tantangan yang memacu adrenalin akan terasa. Jangan takut kotor karena pasti kotor jika terpeleset ke kubangan lumpur. Perjalanan berakhir ketika kita menjumpai turunan yang cukup tajam dan berakhir di hutan pohon aren. Di balik jajaran pohon aren itulah pantai pasir putih tersembunyi.
Sampai di pantai, anda bebas melepas penat dan menikmati pemandangan yang sangat indah, alami dan tentu belum tercemari oleh sampah yang biasa kita jumpai di pantai yang banyak didatangi wisatawan. Hamparan pasir putih membentang sejauh mata memandang. Anda bisa berlari bermain petak umpet di balik batu-batu koral (jika anda menginginkannya). Di pantai juga tidak terlalu ramai. Dalam sehari hanya sekitar 5-9 orang yang berkunjung ke pantai ini. Menakutkan? Tidak karena ada penjual makanan yang biasanya akan datang pagi-pagi sekali.
Di tengah keasyikan bermain jangan lupa sesekali melihat jam karena batas maksimal berada di pantai adalah jam 4 sore mengingat perjalanan pulang yang lama serta medan cukup sulit tentu menjadi pertimbangan. Upayakan agar anda membuat janji dengan nelayan yang menyeberangkan anda kapan waktu anda akan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar