Aku mengayun ayunan, sendiri.
Aku memeluk boneka, sepi.
Dan aku tertawa, entah pada siapa, dengan siapa.
Kau
mungkin tak dengar,
Kaupun
mungkn tak tahu, apa yang aku rasakan,
Karna
kau tlah pergi,
Jauh,
Dan mungkin, aku takkan pernah berjumpa.
Mengapa harus berbeda,
Mengapa aku tak punya,
Seseorang yang mengusap kepalaku ketika aku nakal.
Seseorang yang akan tersenyum,
Bila aku berbuat kebaikan.
Mengapa
berbeda,
Kemana
orang yang harusnya kusebut ayah,
Kenapa
aku berbeda,
Dan, mengapa harus aku,
Mungkin,
inilah takdir,
Sendiri, dan harus menanggung perihnya kesepian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar