Rabu, 18 April 2018

Benteng Pendem dan Sejarahnya

Benteng Pendem dan Sejarahnya
Oleh: Khoirul Anam
  
Description: https://kabarinews.com/wp-content/uploads/2016/07/DSCN7339-300x225.jpg

Benteng Pendem merupakan sebuah benteng yang terletak di Kota Cilacap, lebih tepatnya berada di pesisir Pantai Teluk Penyu. Benteng Pendem didirikan pada tahun 1918 oleh pemerintah kolonial Belanda. Benteng ini memiliki luas sekitar 6,5 hektar yang difungsikan sebagai pusat pertahanan pemerintah kolonial dari serangan yang dating dari laut. Pembangunan benteng ini menghabiskan waktu yang cukup lama sekitar 18 tahun dan selesai pada tahun 1979 karena kondisi tanah yang sulit untuk digali serta bertahap. Dalam Bahasa Belanda benteng ini bernama Kustbatterij op de Landtong te Cilacap, dalam Bahasa Indonesia berarti benteng yang terpendam.
Benteng Pendem pernah terbengkalai bahkan sampai tertimbun tanah serta pasir pantai saat ditinggalkan oleh pasukan Jepang setelah kekalahannya oleh pasukan sekutu. Pemerintah Kabupaten Cilacap melakukan penggalian dan pemugaran serta menjadikannya sebagai tempat wisata sejarah pada tahun 1986. Sejak saat itu hingga sekarang Benteng Pendem dibuka sebagai bukti sejarah Bangsa Indonesia dalam bentuk tempat wisata.
Benteng Pendem mempunyai struktur bangunan yang terdiri dari beberapa bagian ruangan. Bagian ruangan yang ada di Benteng Pendem mempunya fungsinya masing-masing. Namun semenjak ditemukannya benteng ini, ruangan-ruangan sepenuhnya belum bisa diketahui. Saat ini hanya beberapa ruangan yang secara umum dalam Benteng dapat teridentifikasi, seperti ruang barak tentara, ruang tahanan, benteng pertahanan, ruang rapat, ruang pengintai, klinik pengobatan, ruang senjata, ruang perwira, ruang dapur, ruang amunisi dan peluru. Menurut pengelola tempat wisata Benteng Pendem, pemerintah tidak melakukan penggalian kembali pada benteng untuk menemukan ruangan yang masih terpendam karena tidak ada peta atau denah yang menunjukkan tempat-tempat yang pasti.
Konon katanya, Benteng Pendem memiliki jalan atau lorong yang menghubungkan dengan benteng-benteng lain di Pulau Nusakambangan. Lorong-lorong itu hingga saat ini belum ditemukan dan menurut cerita telah terpendam dan terendam air laut karena dinding yang bocor serta tidak kuat menahan tekanan air laut.
Berwisata di Benteng Pendem ini akan membawa kita ke dalam nuansa sejarah. Nilai-nilai mistis juga kerap ditemui oleh para wisatawan yang berkunjung di tempat ini. Ada yang melihat sekelebat bayangan, kerap juga ditemui kejadian-kejadian mistis seperti suara aneh dan derap langkah sepatu tentara. Tidak perlu takut akan hal itu. Selagi niat kita baik maka hal buruk tidak akan kita temui selama berwisata. Tiket masuk juga cukup murah yakni Rp. 5.000,00 dengan jam buka dari jam 8 pagi sampai 6 sore.  Bagi yang berminat berwisata di Benteng Pendem usahakan agar beramai-ramai dan tetap menjaga kesopanan di dalamnya.
Walaupun telah menjadi tempat wisata bersejarah, hingga kini Benteng Pendem tetap menyimpan berjuta misteri yang belum terpecahkan. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah ini agar jangan sampai terbengkalai dan rusak dimakan zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar