Benteng Pendem dan Sejarahnya
Oleh: Khoirul Anam
Benteng Pendem merupakan sebuah benteng yang terletak di Kota
Cilacap, lebih tepatnya berada di pesisir Pantai Teluk Penyu. Benteng Pendem
didirikan pada tahun 1918 oleh pemerintah kolonial Belanda. Benteng ini
memiliki luas sekitar 6,5 hektar yang difungsikan sebagai pusat pertahanan
pemerintah kolonial dari serangan yang dating dari laut. Pembangunan benteng
ini menghabiskan waktu yang cukup lama sekitar 18 tahun dan selesai pada tahun
1979 karena kondisi tanah yang sulit untuk digali serta bertahap. Dalam Bahasa
Belanda benteng ini bernama Kustbatterij op de Landtong te Cilacap, dalam Bahasa
Indonesia berarti benteng yang terpendam.
Benteng Pendem pernah terbengkalai bahkan sampai tertimbun tanah
serta pasir pantai saat ditinggalkan oleh pasukan Jepang setelah kekalahannya
oleh pasukan sekutu. Pemerintah Kabupaten Cilacap melakukan penggalian dan
pemugaran serta menjadikannya sebagai tempat wisata sejarah pada tahun 1986.
Sejak saat itu hingga sekarang Benteng Pendem dibuka sebagai bukti sejarah
Bangsa Indonesia dalam bentuk tempat wisata.
Benteng Pendem mempunyai struktur bangunan
yang terdiri dari beberapa bagian ruangan. Bagian ruangan yang ada di Benteng
Pendem mempunya fungsinya masing-masing. Namun semenjak ditemukannya benteng
ini, ruangan-ruangan sepenuhnya belum bisa diketahui. Saat ini hanya beberapa
ruangan yang secara umum dalam Benteng dapat teridentifikasi, seperti ruang
barak tentara, ruang tahanan, benteng pertahanan, ruang rapat, ruang pengintai,
klinik pengobatan, ruang senjata, ruang perwira, ruang dapur, ruang amunisi dan
peluru. Menurut pengelola tempat wisata Benteng Pendem, pemerintah tidak
melakukan penggalian kembali pada benteng untuk menemukan ruangan yang masih
terpendam karena tidak ada peta atau denah yang menunjukkan tempat-tempat yang
pasti. 

Konon katanya, Benteng Pendem memiliki jalan
atau lorong yang menghubungkan dengan benteng-benteng lain di Pulau
Nusakambangan. Lorong-lorong itu hingga saat ini belum ditemukan dan menurut
cerita telah terpendam dan terendam air laut karena dinding yang bocor serta
tidak kuat menahan tekanan air laut.
Berwisata di Benteng Pendem ini akan membawa
kita ke dalam nuansa sejarah. Nilai-nilai mistis juga kerap ditemui oleh para
wisatawan yang berkunjung di tempat ini. Ada yang melihat sekelebat bayangan,
kerap juga ditemui kejadian-kejadian mistis seperti suara aneh dan derap
langkah sepatu tentara. Tidak perlu takut akan hal itu. Selagi niat kita baik
maka hal buruk tidak akan kita temui selama berwisata. Tiket masuk juga cukup
murah yakni Rp. 5.000,00 dengan jam buka dari jam 8 pagi sampai 6 sore. Bagi yang berminat berwisata di Benteng
Pendem usahakan agar beramai-ramai dan tetap menjaga kesopanan di dalamnya.
Walaupun telah menjadi tempat wisata
bersejarah, hingga kini Benteng Pendem tetap menyimpan berjuta misteri yang
belum terpecahkan. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikan peninggalan
sejarah ini agar jangan sampai terbengkalai dan rusak dimakan zaman.

